Khasiat CABAI


Aneka Khasiat Cabai Rawit
Selasa, 30 Maret 2010 | 12:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Cabai rawit memang pedas. Namun, pendamping tempe goreng ini memiliki banyak khasiat pengobatan. Bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi.

Cabai rawit kadang ditanam orang di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang telantar. Tanaman budidaya ini berasal dari daerah Amerika tropis, lebih suka tumbuh di daerah kering, serta ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m di atas permukaan laut.

Buahnya digunakan orang sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun mudanya biasa dikukus untuk dijadikan lalap.

Tanaman bernama Latin Capsicum frutescens ini terdiri atas tiga varietas. Pertama, cengek leutik. Buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya. Kedua, jenis cengek domba (cengek bodas). Buahnya lebih besar dari cengek leutik, berwarna putih, dan menjadi jingga pada saat masak. Ketiga, ceplik. Buahnya besar, berwarna hijau, dan menjadi merah pada saat tua.

Berdasarkan teori pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tanaman bernama Cina La jiao ini mempunyai rasa pedas, sifatnya panas, dan masuk dalam meridian jantung dan pankreas.

Menurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik).

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta, di dalam buah cabai rawit terkandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, serta vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat melancarkan aliran darah serta sebagai pemati rasa kulit.

Biji tanaman bernama daerah lombok jempling (Madura), cabe rawit (Jawa), leudeu jarum (Gayo), rica halus (Manado), metrek wakfoh (Papua) ini, kata Dr Setiawan, mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik.
Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk.

Salah satu hasil penelitian, kata Dr Setiawan, cabai rawit diketahui memiliki khasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Satu hal lagi, banyaknya kandungan zat antioksidan (seperti vitamin C dan betakaroten), dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.

Penelitian yang dilakukan Tyas Ekowati Prasetyoningsih dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Jawa Timur, pada 1987, menyebutkan, ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid.

Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain.

Empat Resep Ramuan La Jiao
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit.

Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.

Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan:
1.    Rematik
Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis
Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh.

2.    Sakit perut
Bahan:  15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih
Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja.

3.    Kaki dan tangan lemas (lumpuh)
Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao
Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut.

4.    Frostbite
Bahan: 5 cabai rawit segar
Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.

@ Hendra Priantono


<!–/ halaman berikutnya–>

Republika OnLine »
Gaya Hidup »
Info Sehat

Smaller
Reset

Larger

corbis

Ingin Mengusir Timbunan Lemak? Cabai Bisa Jadi Jawabannya

Kandungan zat pada cabai diyakini dapat membakar lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Apakah Anda penggemar makanan pedas? Jika ya, maka kemungkinan Anda memiliki timbunan lemak akan lebih sedikit. Pasalnya, para peneliti mengungkap, konsumsi cabai dapat membantu orang yang sedang berdiet dengan meningkatkan metabolisme dan membakar lemak.

Peneliti menemukan, panas yang dihasilkan oleh cabai dapat meningkatkan penggunaan kalori oleh tubuh serta sekaligus mengoksidasi lapisan lemak. Bagi yang tidak suka rasa pedas, peneliti menemukan jenis cabai dengan kandungan utama yang sama yaitu capsaicin, namun dengan rasa yang tak menggigit.

Rasa pedas dari cabai membuat binatanga menghindarinya, namun manusia justru menyukai hal tersebut. Bahkan, menjadi salah satu hidangan utama di seluruh dunia selama beribu-ribu tahun. Para peneliti tertarik melakukan studi itu percaya, cabai sebagai bagian dari usaha penurunan berat badan.

Kini dikembangkan penanaman cabai dengan kandungan capsaicin yang sama namun tanpa rasa pedas disebut dihydrocapsiate (DCT) yang bisa menjadi solusi.

Peneliti dari University of California mengikutsertakan 34 pria dan wanita yang diminta untuk mengonsumsi makanan cair pengganti rendah kalori selama 28 hari.

Peneliti yang dipimpin oleh Dr. David Heber kemudian secara acak memilih partisipan untuk mengonsumsi suplemen mengandung cabai DCT dan pil kosong.

Data yang kemudian diperoleh, sekurangnya selama tujuh jam setelah diberikan makanan, penggunaan energi oleh tubuh meningkatn pada kelompok yang mengonsumsi suplemen dengan kandungan tertinggi cabai DCT.

Jika dibandingkan dengan pil kosong, bahkan perbedaannya hingga dua kali lipat.

Para peneliti juga menunjukkan, DCT meningkatkan oksidasi lemak secara signifikan sehingga membuat tubuh menggunakan lemak sebagai energi. Hal itu dapat membuat orang menurunkan berat badan terutama ketika mengonsumsi makanan rendah kalori dengan meningkatkan metabolisme.

Red: Ririn Sjafriani

Sumber: telegraph.co.uk

Khasiat lain : bikin sambal enak

Aneka Sambal


Sambal Tuk Tuk :

Bahan :

200 gr ikan jambal, bakar lalu memarkan

50 gr tekokak

10 mata petai, belah 2

1 sdm air jeruk nipis

2 sdm minyak goreng

Bumbu Halus :

10 buah cabai merah

8 butir bawang merah

½ st garam

Cara Membuat :

1. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan tekokak dan petai. Aduk sampai
layu. Tambahkan ikan asin dan air jeruk nipis. Aduk-aduk.

2. Masak sampai bumbu meresap lalu angkat.


Sambal Lado Mudo :

Bahan :

14 buah cabai hijau, dipotong-potong

10 buah bawang merah

2 buah tomat hijau, dipotong-potong

1 sdt garam

¼ sdt air jeruk nipis

3 sdm minyak goreng

Cara Membuat :

1. Kukus cabai hijau, bawang merah, dan tomat selam 5 menit. Angkat lalu
tumbuk kasar.

2. Panaskan minyak goreng lalu tumis sampai layu. Tambahkan garam dan air
jeruk nipis. Masak sampai matang dan harum.


Sambal Terasi :

Cara I :

Bahan :

8 buah cabai rawit, direbus

5 buah cabai merah, direbus

1 sdt terasi, dibakar

¼ sdt garam

Cara Membuat :

Ulek semua bahan sampai lembut. Masukkan ke dalam mangkok lalu sajikan.

Cara II :

Bahan :

2 buah cabai rawit

6 buah cabai merah

1 sdt terasi, dibakar

3 buah bawang merah

1 buah tomat

1 sdt gula pasir

½ sdt garam

2 sdm minyak goreng

Cara Membuat :

1. Panaskan minyak goreng lalu masukkan cabai merah, terasi, rawit, bawang
merah dan tomat, masak sampai layu. Angkat.

2. Ulek semua bahan yang digoreng tadi bersama garam dan gula pasir.

Cara III :

Bahan :

6 buah cabai merah

1 sdt terasi, dibakar

8 buah bawang merah

1 siung bawang putih

2 sdt gula merah

1 sdt garam

2 butir kemiri

Cara Membuat :

1. Panaskan 1 sdm minyak goreng, tumis semua bahan sambal (kecuali gula
merah dan garam) hingga layu, angkat. Taruh dalam cobek, ulek bersama gula
merah dan garam hingga halus.


Sambal Bajak :

Bahan :

10 buah cabai merah

1 sdt terasi

2 butir bawang merah

1 buah tomat

1 cm lengkuas, dimemarkan

1 batang serai, dimemarkan

2 lembar daun salam

1 sdm air asam jawa

½ sdt garam

2 sdt gula merah

5 sdm minyak goreng

Cara Membuat :

1. Haluskan bawang merah, cabai, terasi dan tomat.

2. Panaskan minyak lalu tumis bumbu halus, serai, daun salam, lengkuas,
air asam jawa, garam, dan gula.

3. Masak sampai air mengering.


Sambal Bawang:

Bahan :

15 butir bawang merah, diiris halus

25 gr gula merah

1 sdm air asam jawa

2 sdm minyak goreng

Bumbu Halus :

3 buah cabai merah

3 butir bawang merah

4 butir kemiri sangrai

½ sdt garam

Cara Membuat :

Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan bawang merah, gula merah dan air
asam, aduk rata. Masak hingga sambal matang.


Sambal Matang:

Bahan :

12 buah cabai merah

2 sdm bawang merah

1 sdm bawang putih

2 sdm gula pasir

½ sdt garam

1 sdt kecap ikan

1 sdm minyak untuk menumis


Cara Membuat :

Haluskan semua bahan sambal. Panaskan minyak goreng. Tumis sambal di atas
api sedang hingga harum dan matang. Angkat dan sajikan..


Sambal Rawit I :

Bahan :

15 buah cabai rawit

5 butir bawang merah

2 siung bawang putih

4 butir kemiri sangrai

½ sdt garam


Cara Membuat :

1. Rebus cabai rawit, bawang merah dan bawang putih sampai layu.

2. Haluskan semua bahan yang direbus bersama kemiri sangrai lalu tambahkan
garam.


Sambal Rawit II :

Bahan :

50 gr cabai rawit merah, rebus sebentar, angkat

¼ sdt garam

¼ sdt gula pasir

1 sdt air jeruk nipis

50 ml air

Cara Membuat :

1. Rebus cabai rawit, bawang merah dan bawang putih sampai layu.

2. Haluskan semua bahan yang direbus bersama kemiri sangrai lalu tambahkan
garam.


Sambal Kemiri :

Sambal Kemiri

Bahan :

5 buah cabai rawit merah

3 buah cabai merang

6 butir kemiri

3 siung bawang putih

1 cm kencur

½ sdt garam

Cara Membuat :

1. Panaskan minyak dalam wajan, goreng sebentar cabai rawit, cabai merah,
kemiri, bawang putih dan kencur hingga layu. Angkat.

2. Haluskan semua bahan, sajikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s