Wah Bersih Berlebihan Justru Undang Alergi


Wah Bersih Berlebihan Justru Undang Alergi

Jumat, 16 April 2010, 11:18 WIB

Smaller Reset Larger
corbis

Wah Bersih Berlebihan Justru Undang Alergi

Tampak seorang wanita membersihkan jendela menggunakan sapu. Namun, bersih berlebihan justru bisa memicu alergi.

Giat bersih-bersih rumah dan lingkungan memang dianjurkan. Pasalnya, segala macam penyakit bisa jadi bersumber dari segala macam perabot rumah tangga dan lainnya. Namun, kalau kegiatan membersihkan itu sudah, berlebihan maka berdampak sebaliknya.

Hasil penelitian Universitay of Montreal menunjukan kegiatan bersih-bersih yang berlebihan berpotensi mendatangkan reaksi alergi. “Kehadiran alergi sangat dipengaruhi obesi bersih-bersih seseorang,” tukas  Dr Guy Delespesse, director of the Laboratory for Allergy Research, University of Montreal seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, Rabu (16/4).

Ia menuturkan, ada semacam efek kebalikan antara level higienis dan kejadian alergi dan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. “Lingkungan yang begitu steril dimana anak-anak tinggal, mengembangkan alergi dan masalah pada sistem kekebalan tubuh mereka disepanjang hidupnya,” kata dia.

Di dunia barat misalnya, pada tahun 1980, 10% dari populasi terserang alergi. Kini, jumlah populasi terserang alergi mencapai 30%. Di tahun 2010, satu dari sepuluh anak terkena asma dan tingkat kematian meningkat 28% antara tahun 1980 hingga 1994. “Ini bukan soal prevalensi tapi kenaikan jumlah kasus,” ujar Dr. Delespesse.

Menurutnya, wilayah yang memiliki sanitasi yang stabil secara tidak langsung membuat level alergi dan bakteri penyebab penyakit pernafasan menjadi konstan. “Alergi dan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti diabetes tipe 1 dan skleriosi menunjukan sistem kekebalan tubuh menyerang kita sendiri,” katanya.

Walaupun, kata dia, tingkat higienitas mengurangi kemampuan tubuh membasmi bakteria tetapi juga membatasi tubuh untuk memanfaatkan bakteri mikroorganisme. Sebagai contoh, jumlah bakteri baik dalam tubuh kita bakal menurun secara otomatis tubuh tidak bisa memanfaatkannya.

Dr Delespesse merekomendasikan agar perbanyak konsumsi prebiotik seperti yogurt guna menunjang kesehatan. “Mengonsumsi prebiotik selama mengandung membantu mengurangi resiko alergi pada anak. Tidak ada pengobatan ajaib yang mampu meningkatkan kualitas diet dan kesehatan,” tuturnya.

Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari tubuh seseorang yang berkaitan dengan peningkatan kadar Imunoglobulin E (IgE) yang merupakan suatu mekanisme sistem kekebalan tubuh. Sejumlah faktor seperti kebersihan lingkungan dan gaya hidup merupakan pemicu utama rmeningkatnya resiko alergi. Itu sebabnya, masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia merupakan komunitas yang beresiko besar terkena alergi.

Red: Ririn Sjafriani
Rep: cr2

<!–

–>

One response to “Wah Bersih Berlebihan Justru Undang Alergi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s